Memahami Akil Baligh secara Komprehensif
Konsep dasar, perspektif pendidikan, perkembangan menuju remaja, pubertas, dan tantangan era digital.
Akil baligh bukan sekadar perubahan biologis. Sekolah perlu menyiapkan anak dengan kompetensi, kendali diri, akhlak, tanggung jawab, dan kemampuan menjaga diri melalui sistem pendidikan yang terencana dan berkelanjutan.

Setiap anak memiliki tingkat kesiapan yang berbeda. Pendidikan akil baligh perlu menjawab bukan hanya “apa yang harus diketahui anak?”, tetapi juga “anak berada di level mana, apa yang perlu distimulasi, bagaimana guru mengajarkannya, dan bagaimana sekolah mengevaluasinya?”
Tujuannya agar anak siap menghadapi perubahan biologis, psikologis, sosial, dan spiritual dengan tanggung jawab yang semakin matang.
Sekolah belum memiliki indikator yang menjelaskan kesiapan akil baligh peserta didik.
Program diberikan tanpa mengetahui level perkembangan dan kebutuhan stimulasi anak.
Masih berupa seminar atau sosialisasi satu kali, belum menjadi kurikulum sistematis.
Tanggung jawab, kemandirian, kontrol diri, dan perlindungan diri perlu dilatih melalui pengalaman sekolah.
Stimulasi di sekolah dan rumah belum mempunyai arah dan bahasa yang selaras.
Sekolah belum memiliki format untuk memantau capaian kompetensi akil baligh secara berkelanjutan.
Workshop membawa peserta dari pemahaman konsep menuju rancangan sistem yang dapat dikembangkan di sekolah—terhubung dengan kurikulum, kesiswaan, BK/BPI, parenting, dan evaluasi.
Materi disusun untuk membawa tim sekolah memahami konsep, memetakan kompetensi, merancang kurikulum, membangun program sekolah–rumah, dan mengevaluasi perkembangan.
Konsep dasar, perspektif pendidikan, perkembangan menuju remaja, pubertas, dan tantangan era digital.
Level kompetensi, indikator perkembangan, kontrol diri, tanggung jawab, dan kesiapan menghadapi remaja.
Prinsip asesmen, instrumen, interpretasi hasil, dan pemetaan kebutuhan stimulasi peserta didik.
Tujuan, kompetensi, scope & sequence, silabus, materi berbasis tahap perkembangan, dan integrasi sekolah.
Prinsip sesuai usia, penyampaian topik sensitif, pembelajaran aktif, studi kasus, simulasi, dan refleksi.
Stimulasi kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan, perlindungan diri, dan keterampilan sosial.
Co-parenting, kelas parenting, komunikasi sekolah–orang tua, dan stimulasi yang berlanjut di rumah.
Monitoring perkembangan, laporan capaian, format rapor, serta rekomendasi tindak lanjut peserta didik.
Konsep dasar, perspektif pendidikan, perkembangan menuju remaja, pubertas, dan tantangan era digital.
Level kompetensi, indikator perkembangan, kontrol diri, tanggung jawab, dan kesiapan menghadapi remaja.
Prinsip asesmen, instrumen, interpretasi hasil, dan pemetaan kebutuhan stimulasi.
Tujuan, kompetensi, scope & sequence, silabus, materi berbasis tahap perkembangan, dan integrasi sekolah.
Pembelajaran sesuai usia, topik sensitif, studi kasus, simulasi, dan refleksi.
Stimulasi kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan, perlindungan diri, dan keterampilan sosial.
Co-parenting, parenting, komunikasi sekolah–orang tua, dan stimulasi di rumah.
Monitoring perkembangan, laporan, format rapor, dan rekomendasi tindak lanjut.
Workshop dirancang workshop-based agar hasil belajar dapat diterjemahkan menjadi sistem yang siap dikembangkan di sekolah.
Gambaran alur pembelajaran berikut menyusun materi utama dan sesi praktik ke dalam 10 sesi deep learning selama 3 hari.
Psikologi perkembangan, pendidikan & pembinaan, serta budaya dan inovasi sekolah dipadukan untuk membantu peserta menerjemahkan konsep menjadi program.

Menguatkan perspektif pendidikan dan pembinaan dalam merancang sistem akil baligh yang relevan dengan ekosistem sekolah.

Memberikan sudut pandang implementasi agar kurikulum dan program akil baligh dapat hidup dalam budaya sekolah.

Psikolog dan praktisi pendidikan yang mendalami psikologi remaja, perkembangan anak, asesmen, serta perancangan pendidikan akil baligh.
Dr. Maya Yunus, M.Ag.Ahli Pendidikan & Pembinaan
Mas’ud, M.Pd.I.Spesialis Budaya dan Inovasi Sekolah
Dr. Lalu Yulhaidir, M.Psi., PsikologAhli Psikologi Perkembangan & AsesmenHarga Early Bird tersedia. Nominal harga tidak ditampilkan pada materi yang diberikan, sehingga informasi investasi diarahkan ke kanal resmi PI EDU.
Dapatkan informasi harga, skema pendaftaran, dan ketersediaan kursi melalui kanal resmi workshop.
Mulai dari pertanyaan: anak kita berada di level mana?
Kurikulum + Kesiswaan + BK/BPI + Parenting.
Peserta menyusun draft yang dapat dikembangkan pasca workshop.
Workshop paling efektif ketika diikuti orang yang dapat merancang kebijakan, kurikulum, pembinaan, dan tindak lanjut peserta didik.
Gunakan kanal resmi PI EDU untuk pendaftaran, informasi harga Early Bird, kuota, dan pertanyaan teknis workshop.
25–27 September 2026 • Days Hotel & Suite Jakarta Airport
Narahubung PI EDU menggunakan kanal yang sama agar pertanyaan tentang Early Bird, kuota, fasilitas, dan teknis pendaftaran tetap terpusat.
Tidak. Positioning workshop adalah membangun sistem pendidikan akil baligh di sekolah: identifikasi, asesmen, kurikulum, pembelajaran, stimulasi, parenting, hingga evaluasi.
Tidak. Prioritas utamanya justru tim strategis seperti Waka Kesiswaan dan Waka Kurikulum, serta dapat melibatkan Kepala Sekolah, BK/BPI, psikolog sekolah, dan tim pengembangan kurikulum.
Tidak harus. Rekomendasi ideal adalah 2–3 orang dalam satu tim lintas peran agar rancangan lebih mudah diimplementasikan di sekolah.
Tidak. Workshop dirancang workshop-based. Peserta diarahkan menghasilkan peta kompetensi, draft asesmen, kurikulum/silabus, program pembelajaran, kesiswaan, co-parenting, evaluasi, Rapor Akil Baligh, dan rencana implementasi.
Belum. Materi yang diberikan menyebutkan adanya harga Early Bird tanpa nominal. Untuk angka terbaru dan ketersediaan kuota, gunakan kanal resmi PI EDU.
Days Hotel & Suite Jakarta Airport, pada 25–27 September 2026.